Kamis, 09 Juli 2020

NATHAN TODING


AYO TERBITKAN BUKUMU



Malam ini ditemani hujan gerimis dengan suasana Toraja diselimuti rasa dingin saya tetap siap menunggu kuliah dimulai. Tanpa terasa sudah 16 kali pertemuan dan malam ini memasuki pertemuan yang ke 17 dengan narasumber bapak Joko Irawan Mampuni beliau adalah direktur dari penerbit ANDI.
Pada awal pertemuan narasumber menyampaikan bahwa pemaparan materi nanti karena lewat WA Grub maka  saya akan tampilkan per slide lalu diberikan penjelasan suara. Mengapa kok bukan tulisan? dari pada copy paste peserta untuk membuat ringkasan peserta nggak belajar membuat kalimat sendiri.


Guru itu boleh dikatakan akademisi boleh dikata pendidik juga lalu sebetulnya menerbitkan buku itu untuk apa ?.kalau menulis ujungnya tidak diterbitkan itu gampang.



Pengalaman beliau bertemu dengan calon penulis rata-rata beriorentasi pada profid beriorentasi pada royalti yang besar. Ada juga yang beriorentasi pada pengabdian bagi sesama dan ada juga yang beriorentasi pada promosi diri.


Ekosistem penerbitan buku disederhanakan menjadi 4 kelompok besar yaitu Penyalur, pembaca, penulis dan penerbit namun Pelaku industri ada 3 yaitu penulis,penerbit dan penyalur. Jika satu judul buku di anggap sebuah proyek maka yang paling banyak mendapat keuntungan itu siapa? kalau ada yang beranggapan bahwa itu adalah penerbit maka itu fitnah karena jika buku itu berharga seratus ribu maka distributor 30%  untuk penulis 10% sisanya dikelolah oleh penerbit untuk ongkos produksi dan lain-lain maka penerbit hanya mendapatka 2-3 %. Namun kalau buku tidak laku maka penerbit yang menanggung kerugian.
Faktor penghambat pertumbuhan indistri penerbitan 
1. Minat baca
    a. budaya baca
    b. kurangnya bahan bacaan 
    c.kualitas bacaan
2.Minat tulis
     a. budaya tulis
     b. tidak tau  prosedur menulis dan penerbitan 
3.Apresiasi hak cipta
    a. pembajakan 
    b. duplikasi non legal
    c.perangkat hukum

Proses naskah menjadi buku. Langkah yang harus dilakukan ketika sudah punya naskah untuk diterbitkan yaitu dengan mengirimkan naskah tersebut ke penerbit untuk di nilai atau direvisi . Jika naskah diterima maka maka penulis diminta mengirim soft copy lengkap dan menandatangani surat perjanjian namun jika di tolak maka akan dikembalikan. Jika diterima maka penerbit akan melanjutkan keproses editing, setting ,cetak kemudian jual. Proses edit dan setting bertujuan untuk memperbaiki bentuk penulisan. Judul di usulkan oleh penulis dan dimodifikasi oleh penerbit sehingga menarik dan membangkitkan minat baca. Buku sampai ke tokoh buku sebelum di cetak masif dikirim ke penerbit untuk koreksi akhir setelah itu di kembalikan ke penerbit untuk di cetak masif. Setelah berhasil membuat karya apa yang kita peroleh?

Naskah seperti apa yang dapat diterbitkan
  1. Tema populer dan penulis populer
  2. Tema tak populer dan penulis populer
  3. Tema populer dan penulis tak populer
Naskah yang tidak dapat diterbitkan adalah naskah yang tema tak populer dan penulis tak populer.

Selanjutnya jika sudah diterima maka penulis tanya mau cetak berapa? cetakan pertama jumlah cetakan itu di sebut oplah. Penerbit punya rumus untuk menentukan oplah. 
  1. Market sempit dan lifecycle panjang. yang dimaksud lifecycle panjang artinya meskipun buku itu sudah lama tidak diperbaharui tetap laku.
  2. Market lebar dan lifecycle panjang artinya tidak akan ada basinya misalnya kamus 
  3. Market lebar da  lifecycle pendek karena perkembangan teknologi dan sosial misalnya buku microsofword.

Penerbit Andi pake gaya selingkong yang mana? gaya selingkong adalah gaya pengutipan, struktur penulisan. Penerbit Andi menggunakan selingkong yang sudah ditetapkan oleh penulis

kuadran kategori penulis
  1. penulis idealis adalah penulis yang tidak butuh utung biasanya para guru besar atau orang kaya yang ingin nulis untuk peninggalan anak cucu
  2. penulis yang industrialis adalah penulis yang mata duitan,minta royalti yang banyak
namun penulis yang disukai penerbit adalah gabungan keduanya yaitu penulis idealis dan industrialis.tidak mengabaikan mutu tapi juga produktif.

Demikian resume pertemuan ke 17 yang saya dapat buat
Salam Sehat
Salam Literasi dari Toraja

9 komentar: