Selasa, 21 Juli 2020

NATHAN TODING

ENAM LANGKAH MENULIS BUKU




Resume Kuliah Online Pertemuan ke 22
Senin 20 Juli 2020

Narasumber kita malam ini adalah Bapak Akbar Zainuddin beliau seorang penulis buku Man Jadda Wajada. Beliau adalah seorang pengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. Terkadang mengajar di sekolah, pesantren, perguruan tinggi,instansi pemerintah dan juga swasta.
Pada awal materi beliau menyampaikan bahwa materi yang beliau kuasai berkisar pada motivasi, motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwira usaha dan motivasi hidup.Salah satu titik penting perubahan beliau adalah pada saat beliau menulis buku yang pertama Man Jadda Wajada. Dari situ beliau bergerak lebih jauh mengembangkan Man Jadda Wajada menjadi buku dan materi pelatihan. Dari Man Jadda Wajada inilah yang akhirnya membuat beliau bisa berkeliling ke 33 provisi di Indonesia. Satu provinsi yang belum adalah Papua. 
Malam ini beliau akan berbagi pengalaman tentang langkah-langkah dalam menulis buku berdasarkan pengalaman beliau menulis 13 buku selama ini.
Langkah -langkah menulis buku.
Ada enam langkah menulis buku yang beliau telah ringkas materinya menjadi singkatan TOJTRP: Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.
Langkah pertama adalah T
Tentukan Tema tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi.Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema itu satu saja.Misalnya kerja keras , Romantisme dan sebagainya.
Langkah kedua adalah O.
Langkah kedua adalah buatlah outline atau daftar isi.
Gunanya outline:
  1. Agar tulisan kita terarah
  2. Bisa buat jadwal dan target
  3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis
  4. Agar bukunya selesai
Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai inilah salah satu hal penting yang diabaikan orang.Merasa sudah tau apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis . Akibatnya, tulisannya tidak terarah  "melenceng" dan "lari" kemana-mana tidak tau jalan akhirnya. Bukunya akan selesai? tentu tidak . Banyak ide itu bagus tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. cara menfokuskan ide adalah outline. 
Cara mengembangkan daftar isi untuk buku non fiksi 

Gunakan prinsip dasar 5w+ 1H
  1. What ini terkait pengertian ,defenisi,pembagian,jenis-jenis dan sebagainya
  2. WHY ini tentang alasan ( mengapa) buku ini di tulis ,tujuannya apa dan manfaatnya apa.
  3. HOW ini bercerita tentang bagiamana tips and trik , strategi,langkah-langkah,dan sebagainya.
  4. Untuk  Where dan When  bisa tidak digunakan
Bagaimana membuat outline untuk buku fiksi 
  1. WHO siapa saja tokoh-tokohnya. tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita
  2. Karakter. Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing
  3. Plot atau alur cerita, gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa.Dimana akan membangun cerita emosionalnya, dimana sedihnya,di mana senangnya. endingnya seperti apa,apakah happy ending, sad ending,dan sebagainya.
Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu biasanya saya menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.
CONTOH OUTLINE
Buku  Man Jadda Wajada adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup.K embali ke konsep 5W+ 1 H.
 Biasanya saya mulai dari why. terkait motivasi why dapat digambarkan sebagaiberikut
  • Mengapa motivasi itu penting dalam hidup
  • Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah
  • Apa tujuan hidup seseorang?
  • Mengapa orang harus berubah?
  • Darimana perubahan itu bisa dimulai?
  • Apa saja yang harus dirubah?
Setelah why hal kedua adalah what.Hal-hal yang terpikir dalam kategori what adalah
  • Apa itu sukses?
  • Langkah-langkah apasaja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
  • Potensi diri, kelebihan dan kekurangan
  • Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan 
setelah what hal ketiga adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips dan trick dan juga action.Penjabarannya
  • Bagaimana bermimpi besar?
  • Bagaimana membuat rencana( action plan)
  • Bagaimana berani memulai
  • Menjadi kreatif
  • Membangun momentum berubah
  • Kapan harus memulai
Ketiga hal itulah yang menjadi dasar outline buku  Man Jadda Wajada 
Langkah ketiga adalah J
Buatlah daftar penulisan.Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan satu tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
Cara membuat jadwal
  1. Buatlah tabel dengan empat kolom yang berisi NO - Judul artikel- Target lama menulis- Tanggal - Keterangan
  2. Isi nomer
  3. Isi judul artikel
  4. Perkirakan berapa lama( berapa hari artikel akan ditulis)
  5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini
  6. Isi keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum
Langkah keempat adalah T, TULIS
Outline sudah ada jadwal juga sudah ada berikutnya adalah tuliskan sesuai dengan outline dan jadwal. Disini disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak .Tulis dan selesaikan semuah judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
Langkah kelima adalah R,REVISI
Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. tahap kedua baru revisi. Apa saja yang direvisi?
  1. Data dan informasi yang kurang 
  2. Tata bahasa
  3. Gaya tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir
  4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik
Langkah keenam adalah P, kirim kepenerbit
Apa saja yang menjadi pertimbangan penerbit ?
Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat atu pembaca. Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis . Apakah kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis? kita harus mampu menjawab pertanyaan ini karena hal ini yang menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah apakah yang anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? harus punya jawaban misalnya iklan di medsos, seminar, dan sebagainya. Kita tidak perluh membayar kepenerbit bahkan kita mendapatkan uang royalti rata- rata 10% dari buku yang terjual.
Cara mengirim naskah 
  1. Naskah harus sudah jadi
  2. Diprint dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau flash disk.
kabar diterima atau tidak kita tunggu sekitar tiga bulan.

Demikian resume yang saya dapat buat malam ini. Terima kasih  Om Jay, Bapak Akbar zainuddin, dan Ibu Sri Sugiastuti atas ilmu yang dibagikan malam ini.

Salam Literasi
Salam Sehat Dari Toraja


9 komentar: